Tingkat kesulitan
B1 30-C2 90
A1
A2
A2+
B1
B1+
B2
B2+
C1
C1+
C2
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
C1+

Jerome Powell Akan Tetap di Dewan Federal Reserve Setelah Masa Jabatan Ketua Berakhir

Powell Akan Meninggalkan Jabatan Ketua tetapi Tetap di Dewan

Masa kepemimpinan ketua Jerome Powell di Federal Reserve akan berakhir pada 15 Mei 2026Namun, dia tidak akan meninggalkan Federal Reserve sepenuhnya.Powell telah memutuskan untuk tetap berada di Dewan Federal Reserve bahkan setelah dia berhenti menjadi ketua.Ini karena masih ada penyelidikan hukum yang terbuka tentang renovasi kantor utama Fed di Washington.Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan pada April 2026 tetapi tidak menutupnya sepenuhnya.Powell akan tetap berada di dewan sampai penyelidikan ini benar-benar selesai.
Perencana: Fiona Cole
1 Mei 2026

Membantu Ketua Baru

Pilihan Powell untuk tetap di dewan juga membantu ketua baru, Kevin Warsh.Keputusan Powell berarti bahwa Stephen Mirren, seorang gubernur yang dipilih oleh mantan Presiden Donald Trump dan menginginkan suku bunga lebih rendah apa pun yang dikatakan ekonomi, harus meninggalkan dewan.Perubahan ini menghilangkan suara politik yang kuat dari dewan pada saat yang penting.

Warsh akan menjadi ketua di bawah tekanan politik yang kuat.Keberadaan Powell di dewan memberikan perlindungan bagi Warsh.Federal Open Market Committee, yang membuat keputusan uang penting, biasanya bekerja dengan kesepakatan.Ketua memimpin dengan membujuk orang lain, bukan dengan memaksa keputusan.Powell dihormati, dan kehadirannya mungkin membantu Warsh menghadapi tantangan politik dengan lebih baik.

Tekanan Politik dan Perbedaan Internal

Donald Trump telah meminta Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.Dia menyalahkan inflasi tinggi sebagian pada tarifnya sendiri dan perang terhadap Iran.Trump telah mengkritik Powell karena tetap di dewan, menyebutnya Jerome Too Late Powell di media sosial, meskipun Trump memilih Powell sebagai ketua pada 2017.

Di dalam Federal Reserve, ada ketidaksepakatan tentang suku bunga.Pada pertemuan terakhir, Fed mempertahankan suku bunga tetap sama, tetapi tiga presiden Fed penting menginginkan suku bunga lebih tinggi karena inflasi naik lagi.Mereka tidak menyukai kata-kata penyesuaian tambahan dalam pernyataan Fed, yang mereka pikir menyiratkan Fed mungkin menurunkan suku bunga terlalu cepat.

Bahkan Gubernur Fed Christopher Waller, yang dulu mendukung suku bunga lebih rendah, sekarang mengatakan Fed harus berhati-hati.Dia memperingatkan bahwa banyak kejutan pada ekonomi bisa membuat inflasi tetap tinggi untuk waktu yang lama.Dia mengatakan jika orang berpikir inflasi akan tetap tinggi, mereka akan mengubah cara menetapkan harga dan upah, yang membuat inflasi lebih sulit dikendalikan.

Peringatan Terakhir Powell

Sebelum dia meninggalkan jabatan ketua, Powell berbicara jujur tentang ancaman terhadap Fed.Dia khawatir tentang serangan hukum yang bisa membuat Fed mempertimbangkan politik saat membuat keputusan uang.Dia berkata, Kekhawatiran saya sebenarnya tentang serangkaian serangan hukum terhadap Fed, yang mengancam kemampuan kami untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor politik."

Powell juga berbicara tentang harga energi dan inflasi.Dia mengatakan sulit membuat keputusan cepat tentang perubahan harga minyak karena biasanya tidak bertahan lama.Dia menjelaskan bahwa kebijakan uang bekerja secara lambat, dan lebih baik menunggu sebelum bereaksi terhadap kejutan minyak, terutama karena inflasi telah di atas 2% selama beberapa tahun.

Inflasi Tetap Tinggi Selama Lima Tahun

Sejak 2021 inflasi di AS tetap di atas target dua persen Fed.Ini terjadi karena banyak masalah seperti COVID, masalah pasokan, perang Rusia terhadap Ukraina, tarif dari pemerintahan Trump, dan perang terhadap Iran.Masalah-masalah ini membuat Fed sulit mengendalikan inflasi.

Sekarang Kevin Warsh akan menjadi ketua selama masa yang sulit.Keputusan Powell untuk tetap di dewan mungkin sangat penting.Ini memberikan dukungan bagi Warsh saat Fed menghadapi tekanan politik dan berusaha menjaga stabilitas ekonomi.
Site Logo

Selamat datang di EngNest Bahasa Indonesia — menyelami berita, belajar Bahasa Inggris!
© 2026 EngNest(engnest.com) All rights reserved.