McLaren Hadapi Gejolak Tim Setelah Tabrakan GP Singapura 2025

Grand Prix Singapura 2025 menyaksikan insiden lap pembuka yang tegang yang melibatkan rekan setim McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri.Pada lap pertama, Norris mencoba overtaking ambisius yang mengakibatkan kontak dengan Red Bull Max Verstappen sebelum bertabrakan dengan Piastri.Insiden tersebut segera menarik perhatian manajemen tim McLaren dan menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas aturan papaya yang bertujuan mencegah tabrakan antar rekan setim.

Pengamat mencatat bahwa kedua pembalap bersemangat untuk menegaskan kredensial kejuaraan mereka, yang mengarah pada manuver berisiko tinggi yang berakhir dengan kekacauan di lintasan.
Tabrakan tersebut membuat penggemar dan analis memperdebatkan apakah taktik agresif seperti itu dapat dipertahankan dalam konteks strategi tim.

Namun, McLaren mengklasifikasikan insiden tersebut sebagai balapan keras, memungkinkan kedua pembalap melanjutkan tanpa sanksi internal.
Keputusan tim mencerminkan komitmen pada lingkungan kompetitif, meskipun telah memicu diskusi tentang menyeimbangkan keselamatan tim dengan ambisi individu.

Perencana: Sophia West
13 Oktober 2025
Momen tegang selama Grand Prix Singapura 2025 yang menunjukkan rekan setim McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, terlibat dalam tabrakan di lap pertama, dengan Red Bull Max Verstappen yang berada di dekat lintasan.

Dalam beberapa hari setelah tabrakan di Singapura, Oscar Piastri menyuarakan kekhawatiran tentang dugaan keberpihakan McLaren terhadap rekan setimnya, Lando Norris.Menurut laporan, penggemar dan komentator menyoroti serangkaian keputusan tim yang tampaknya menguntungkan Norris selama perebutan kejuaraan, mendorong Piastri mempertanyakan keadilan kebijakan internal McLaren.Pembalap legendaris Mario Andretti memberikan pendapatnya tentang situasi tersebut, menyarankan bahwa tim mungkin tanpa sengaja menempatkan Norris dalam posisi yang diunggulkan, yang memperkuat spekulasi tentang potensi bias.

Pernyataan Piastri menegaskan ketegangan yang meningkat dalam tim, saat dia mencari kejelasan tentang keputusan strategis yang dapat memengaruhi prospek kejuaraannya.
Analis mengamati bahwa pengungkapan keluhan secara terbuka seperti ini jarang terjadi di Formula Satu modern, menggambarkan intensitas persaingan antar rekan setim dan tekanan yang dihadapi pembalap di level ini.

McLaren secara terbuka menanggapi situasi tersebut, mengakui kesulitan dalam mengelola hubungan antara Lando Norris dan Oscar Piastri saat perebutan gelar semakin intens.
Kepala tim Andrea Stella mencatat tantangan menyeimbangkan kebebasan kompetitif dengan kohesi tim, menekankan bahwa menjaga kepercayaan pembalap adalah prioritas utama.Setelah insiden di Singapura, McLaren memulai tinjauan internal untuk memeriksa protokol tim dan memastikan kedua pembalap dapat bersaing secara adil sambil meminimalkan risiko insiden di lintasan.

Tinjauan tersebut bertujuan untuk menjaga lingkungan yang transparan dan harmonis, terutama saat pertarungan kejuaraan mencapai tahap krusial.
CEO McLaren Zach Brown menegaskan filosofi tim yang membiarkan pembalap berlomba dengan bebas, menyoroti pentingnya integritas kompetitif sambil secara bersamaan mengelola dinamika antar rekan setim.Tinjauan yang sedang berlangsung diharapkan memberikan panduan untuk menangani insiden di masa depan dan meningkatkan komunikasi antara pembalap dan manajemen.

Di tengah ketegangan yang meningkat dalam McLaren, diskusi tentang masa depan Oscar Piastri di Formula Satu semakin intens.
Laporan menunjukkan bahwa manajemen pembalap asal Australia tersebut telah mengeksplorasi peluang potensial dengan tim lain, dengan Red Bull muncul sebagai opsi yang menonjol.Spekulasi tersebut membagi komentator, dengan beberapa menyarankan bahwa perpindahan dapat menawarkan Piastri lingkungan yang lebih menguntungkan, sementara yang lain memperingatkan bahwa tetap di McLaren mungkin masih memberikan keuntungan kompetitif.

Analis menunjukkan bahwa perselisihan antar rekan setim yang sangat menonjol seperti ini sering memicu diskusi yang lebih luas tentang kontrak pembalap, strategi tim, dan posisi kejuaraan.
Beberapa minggu ke depan diperkirakan akan menentukan arah karier Piastri, dengan penggemar dan pakar industri memantau dengan cermat negosiasi dan pernyataan resmi dari McLaren dan tim yang berminat.